You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kampung Warga Indah Jaya

Kampung Warga Indah Jaya

Mohon tunggu sebentar...

Website Resmi

Kampung Warga Indah Jaya

Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang

Provinsi Lampung

Loading...
Selamat Datang di Website Smart Kampung Warga Indah Jaya
OGOH OGOH BATAL DI ARAK
Berita Desa

OGOH OGOH BATAL DI ARAK

WAYAN SUKE FREDIWINATA
27 Maret 2020
214 Kali Views

Jumat, 27 Maret 2020.

Penyebaran virus Corona atau Covid-19  tidak hanya berdampak dibidang perekonomian masyarakat Kampung Warga Indah Jaya.  Merebaknya kasus Covid-19 juga merambah pada keagamaan dan budaya , pawai ogoh-ogoh juga turut terkena imbas. Pawai ogoh-ogoh yang sedianya akan dilaksanakan setelah di nilai ditiadakan. Ogoh ogoh tersebut dibeli sebanyak 2 unit menggunakan dana talangan  dikarenakan  Dana Desa Tahun Anggaran 2020 tahap 1 belum cair (sudah dibayarkan). Menurut rencana pawai ogoh-ogoh itu akan dilakukan pada malam pengrupukan (24 Maret 2020) atau sehari sebelum Nyepi.

Ogoh-ogoh itu sendiri diambil dari sebutan ogah – ogah dari bahasa Bali yang artinya sesuatu yang digoyang-goyangkan. Pada tahun 1983 merupakan bagian penting dalam sejarah ogoh-ogoh di Bali, pada tahun itu mulai dibuat wujud-wujud bhuta kala berkenaan dengan ritual Nyepi di Bali. Ketika itu ada keputusan presiden yang menyatakan Nyepi sebagai hari libur nasional. Semenjak itu masyarakat mulai membuat perwujudan onggokan yang kemudian disebut ogoh-ogoh, di beberapa tempat di Denpasar. Budaya baru ini semakin menyebar ketika ogoh-ogoh diikutkan dalam Pesta Kesenian Bali ke XII.
Definisi Ogoh-Ogoh
Buat orang awam ogoh-ogoh adalah boneka raksasa yang diarak keliling desa pada saat menjelang malam sebelum hari raya nyepi (ngerupukan) yang diiringi dengan gamelan bali yang disebut Bleganjur, kemudian untuk dibakar.

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa. Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti: naga, gajah,, Widyadari, bahkan Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia edisi tahun 1986, Ogoh-ogoh didefinisikan sebagai ondel-ondel yang beraneka ragam dengan bentuk yang menyeramkan.

Laura Noszlopy meneliti “Pesta Kesenian Bali; budaya, politik, dan kesenian kontemporer Indosnesia” untuk Yayasan Arts of Afrika mendefinisikan ogoh-ogoh sebagai berikut Ogoh-ogoh adalah patung yang berukuran besar yang tebuat dari bubur kertas dan bahan
pelekat yang biasanya dibuat oleh kaum remaja Bali sebagai suatu bagian dari perayaan tahunan “upacara pembersihan” (ngerupukan), yang dilaksanakan sehari sebelum perayaan Nyepi, tahun baru Hindu atau hari Nyepi.

Cendekiawan Hindu dharma mengambil kesimpulan bahwa proses perayaan ogoh-ogoh melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta, dan waktu yang maha dasyat, kekuatan itu dapat dibagi dua, pertama kekuatan bhuana agung, yang artinya kekuatan alam raya, dan kedua adalah kekuatan bhuana alit yang berarti kekuatan dalam diri manusia. kedua kekuatan ini dapat digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia bertambah indah.

sumber:https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-ogoh-ogoh-dan-fungsinya-97

berkenaan dengan kondisi saat ini akibat dampak covid-19 dan berdasarkan himbauan dari pemerintah untuk sementara menghindari keramaian juga surat edaran dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Tulang Bawang terkait pembatas keramaian maka diputuskan  oleh pemerintahan Kampung Warga Indah Jaya, pengarakan ogoh ogoh ditiadakan untuk hari Raya Nyepi Tahun 2020. Kemudian disimpan untuk digunakan pada Nyepi Tahun 2021 mendatang.

 

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin

CAPTCHA